Kamis, 17 September 2015

Diposting oleh Unknown di 23.11 0 komentar
"...Tak ada yang muluk dari obat flu dan air putih. Tapi kamu mempertanyakannya seperti putri minta dibuatkan seribu candi dalam semalam."
 
Telah jauh, ku terjatuh 
Pedihnya luka di dasar jurang kecewa 
Dan kini sampailah, aku di sini...

Yang cuma ingin diam, duduk di tempatku 
Menanti seorang yang biasa saja 
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring... sakit
 Yang sudi dekat, mendekap tanganku 
Mencari teduhnya dalam mataku
 Dan berbisik : "Pandang aku, kau tak sendiri,oh dewiku..." 
Dan demi Tuhan, hanya itulah yang Itu saja kuinginkan
 
Telah lama, kumenanti 
Satu malam sunyi untuk kuakhiri
 Dan usai tangis ini, aku kan berjanji...
Untuk diam, duduk di tempatku
 Menanti seorang yang biasa saja
 Segelas air di tangannya, kala kuterbaring... sakit 
Menentang malam, tanpa bimbang lagi
 Demi satu dewi yang lelah bermimpi
 Dan berbisik : "Selamat tidur, tak perlu bermimpi bersamaku..."

Wahai Tuhan, jangan bilang lagi itu terlalu tinggi

 

Happiness Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos