Kamis, 17 September 2015

Diposting oleh Unknown di 23.11 0 komentar
"...Tak ada yang muluk dari obat flu dan air putih. Tapi kamu mempertanyakannya seperti putri minta dibuatkan seribu candi dalam semalam."
 
Telah jauh, ku terjatuh 
Pedihnya luka di dasar jurang kecewa 
Dan kini sampailah, aku di sini...

Yang cuma ingin diam, duduk di tempatku 
Menanti seorang yang biasa saja 
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring... sakit
 Yang sudi dekat, mendekap tanganku 
Mencari teduhnya dalam mataku
 Dan berbisik : "Pandang aku, kau tak sendiri,oh dewiku..." 
Dan demi Tuhan, hanya itulah yang Itu saja kuinginkan
 
Telah lama, kumenanti 
Satu malam sunyi untuk kuakhiri
 Dan usai tangis ini, aku kan berjanji...
Untuk diam, duduk di tempatku
 Menanti seorang yang biasa saja
 Segelas air di tangannya, kala kuterbaring... sakit 
Menentang malam, tanpa bimbang lagi
 Demi satu dewi yang lelah bermimpi
 Dan berbisik : "Selamat tidur, tak perlu bermimpi bersamaku..."

Wahai Tuhan, jangan bilang lagi itu terlalu tinggi

Sabtu, 29 Agustus 2015

:)

Diposting oleh Unknown di 05.28 0 komentar
Sekarang aku tau jika langit tak selamanya gelap
udara tak selamanya dingin
matahari tak terus membuat kepanasan sepanjang waktu
debu tak selamanya pengusik pernafasan
dan kamu tak selamanya menjadi angan-angan

aku terus tersenyum,
bisa menikmati tatapanmu lebih dekat
genggamanmu yang erat
dan perhatianmu yang dasyat

crush...
aku panggil dia pujaan hati.
bukan sebuah panggilan spesial untuk royal
tapi ini tulus adanya dari hati, dia memang si pencuri hati.

aku sekarang tak perlu merindu menderu
tak perlu berkaca merana
tak perlu kelu berucap "aku rindu" karena sekarang kamu pasti tau

sekarang ataupun nanti
kamu dan aku harus selalu sehati

jangan pernah ingin melepas, karena tulang rusuk tidak boleh jauh dengan pasangannya
entah bagaimanapun nanti, hanya kamu yang aku nanti
dengan do'a aku selalu berharap
rindu dan cintaku akan selalu melekat dalam hatimu

aku tak perlu buaianmu
aku hanya butuh kamu sampai nafas kita sudah tidak berarti


tetap di sini dan jangan pernah pergi
aku sayang kamu tanpa spasi


-        -

Rabu, 15 April 2015

Tahu Diri

Diposting oleh Unknown di 01.34 0 komentar
Hai, selamat bertemu lagi..
Aku sudah lama menghindarimu
Sialkulah kau di sini
Sungguh tak mudah bagiku
Rasanya tak ingin bernafas lagi
Tegak bediri di depanmu kini
Sakitnya menusuk jantung ini
Melawan cinta yang ada di hati
 
Dan..upayaku tahu diri.. 
Tak slamanya berhasil
 Pabila kau muncul terus begini
 Tanpa pernah kita bersama 

Pergilah,menghilang sajalah lagi
 
Bye, selamat berpisah lagi
Meski masih ingin memandangimu
Lebih baik kau tiada di sini
Sungguh tak mudah bagiku
Menghentikan sgala khayalan gila
Jika kau ada dan ku cuma bisa
Meradang menjadi yang di sisimu
Membenci nasibku yang tak berubah

Berkali-kali kau berkata 
Kau cinta tapi tak bisa

Berkali-kali ku tlah berjanji 
Menyerah....
 
Dan..upayaku tahu diri
Tak slamanya berhasil
 
Pergilah,menghilang sajalah  
Pergilah, menghilang sajalah lagi...

write Dee Lestari, singer Maudy Ayunda,

Selasa, 07 April 2015

Dear Crush.........

Diposting oleh Unknown di 05.42 0 komentar

                  Entah harus darimana aku memulai menulis, yang pasti kau tak ingin tahu bukan.
                Hari ini aku sendiri, melamunkan masa depan yang tak kunjung datang dan memikirkan sesorang yang tak nampak pada bayang. Entah  tak tahu bagaimana cara memikirkanmu, bahkan bayangan siluetpun tak bisa memforsirkan cahayanya untuk melukiskan raut mukamu yang sudah lama aku tunggu.
                Lagi dan lagi aku bergemi, menggerutu nasib hidup dan keadaan. Saat dimana aku ingin bahagia namun kau tak bisa membuatnya, lalu aku bisa apa. Aku cukup tahu diri, membatasi perasaan kepada seseorang yang tak tahu dimana letak hatinya. Memfosirkan hati sebaik mungkin agar aku tak larut terlalu dalam kedalam buaiannya.
                Aku berusaha tak takluk dan takut semua oceh akan apa itu cinta padamu, dan akhirnya aku pun mengabaikanmu walau itu sebenarnya bentuk perhatian. Dan pura-pura ragu akan perasaan. Aku rasa ini terlalu berpura-pura, apa itu salah?
                Namun semua itu gagal, kau berhasil membuatku terpana akan asmara walau tanpa suara. Tulisanmu, perhatianmu itu cukup membuatmu selalu ada walau tak nampak. Aku bahagia, walau dalam bisu perhatianmu.
                Terjebak dalam perasaan-perasaan fana yang tidak bisa ditafsirkan oleh ruang dan kata, mungkin karena aku terlalu bahagia. Membuang waktu hanya untuk menunggu dan menunggu, tapi aku cukup sabar. Penat memang, tapi aku cukup nikmat. Sendu, yakin ini hanya masalah rindu.
                Rindu, hahahahahaha lucu. Tak pernah membuat kesan tapi memberikan rindu. Aku cukup lugu dengan segala buaianmu dan akhirnya aku tersadar, cepat atau lambat pertemuan sangat dibutuhkan agar semakin tau akan perasaan hati bahwa ini bukan main-main, hatiku bukan game fantasi kau perlu tau.
                Lalu aku berusaha mencari celah hatimu, membaca dalam setiap rangkai pesan singkatmu akan tekatmu untuk bertemu. Namun, ini hanya andai-andai saja. Membuat isyarat-isyarat untuk bertemu rasanya susah, kamu cukup dingin dan aku tidak bisa memberi kehangatan. aku sedikit kelelahan.
                Kadang aku berfikir, angan dan tujuanku sangat berlebih. Aku sepertinya terjebak dalam ruang friendzone. Hanya itu dan tak lebih. Atau sebenarnya hatimu lebih namun kau yang meragu? Aku bingung, makanya aku butuh pertemuan.
                Berharap, aku tetap berharap. Entah bagaimana caraku mengucap namun ini dari hati yang terdalam bahwa aku sangat mengharapkanmu. Sosok lelaki penaruh hati........
                Aku salah, mungkin ini hanya salah paham. Kau berfikir bahwa aku acuh, aku juga sebaliknya. Kita sama. Makanya mungkin ini yang disebut jodoh. Sama-sama saling memikirkan tapi tak saling percaya. Cinta kita aneh bukan, kita? Memang kamu iya? Harapan.
                Terkadang aku menghadap ke masa lalu, adakah kesalahan ketik yang membuat hatimu ragu untuk bertemu, atau kamu masih malu. Ini sungguh teka-teki. Sebegitu kurang peka kah kamu akan keadaan hatiku, atau aku yang tak peka. Aku bingung, karena aku tak bisa membaca air wajahmu yang sesungguhnya, tak bisa mendengar detak jatungmu, menatap matamu, dan melihat senyummu dari dekat.
                Dan akhirnya, kamu membuatku benar-benar lelah untuk mencintai. Harapan, angan, tekad, dan petemuan harus aku telan mati-matian.
                Sungguh aku tak mengerti harus bagaimana, bahkan air mataku tak bisa menjawab perasaan kesalku, dan lalu aku cukup malas untuk melanjutkan cerita hati ini...... terimakasih setidaknya aku merasa dimiliki lewat hati tanpa menatap mesra.
Dear crush, aku butuh kamu sekarang.

Minggu, 22 Maret 2015

Nunggu

Diposting oleh Unknown di 00.22 0 komentar
nunggu.
Aku lelah nunggu.
Ini sudah bulan kedua, aku berada dalam fase merindu tapi kita ga pernah ketemu.
Dan ini adalah malam minggu pertamaku tanpa kamu.
malem ini aku cuman bisa nulis ini, tanpa ditemenin dering bm kamu.
Cuman kamu yang bisa bikin aku terjaga waktu malem.
Yang bisa bikin aku berkhayal akan masa depan.
Mungkin ini cukup, tanpa kamupun aku masih bisa bernafas.
Tapi nyatanya, semua aku yang aku lakuin ingetnya kamu.
Apa-apa ingetnya kamu. Sumpah ini lebay.
Padahal kamu siapa aku?
Itu yang aku tanya, kamu siapa aku?
Aku jenuh.
Aku gak berharap kita bareng, aku cuman mau kita ketemu.
Apa salah?
Apa dosa?
Mungkin menurut kamu iya, sampe kamu masih mikir buat ketemu.
Mikir kalo aku masih bukan yang terbaik.
Jadi akhir-akhir ini aku mikir aja kalo aku gapantes buat kamu.
Aku dalam posisi serba salah.
Serba baper ke kamu, padahal kita bukan apa-apa. Saling ketemu aja enggak.
Dua bulan itu bukan waktu yang singkat dan bukan pula waktu yang tepat buat buru-buru.
Satu yang aku mau, ketemu.
Sekali lagi, KETEMU.
kalo bisa sekalian lamar aku dan bawa aku ke KUA! HAHAHAHA.
Aku ga mau terus-terus baper ke kamu, dan juga cuman ngeliat kamu via poto.
Cuman bisa bayangin kamu.
Aku capek gitu terus.
Padahal jarak rumah kita tuh deket kan ya.
Kenapa harus mikir lagi buat ketemu?
Atau jangan jangan aku cuman fatamorgana kamu doang?
Cuman tempat iseng-iseng hati doang?
Kalo gitu aku emang harus bener-bener milih mundur.
Daripada harus bertahan dalam kesakitan.
Dear crush,
Tolong jangan pernah bikin aku gini, jangan pernah nganggep kamu macem-macem.
Percaya sama kata-kata temen, dan ngelepas kamu gitu aja.
Kamu sadar?
Kita gini aja aku udah suka, apalagi ketemu.
Tapi mungkin ini hanya sekedar angan-angan, gak akan lebih.
Dan mungkin ini juga terakhir kalinya aku nulis tentang kamu.
Aku berharap suatu saat kamu baca ini dan tau kalau kamu selama ini yang aku cari
Makasih crush, udah bikin aku nyaman selama ini.
Dengan sikap dingin kamu.
Dengan perhatian angkuhmu.
Jujur aku kangen, tapi apalah daya aku cuman bisa diem.
Saat dimana aku harus mundur, disitu pula aku ngerasa kalo ini bukan sekedar suka.
Tapi ah sudahlah mungkin kamu udah bahagia sama kehidupan yang sekarang, tanpa aku.
Yang aku bisa cuman nunggu waktu yang tepat buat bisa ketemu.
Entah kapan, tapi ketahuilah aku masih nunggu kamu.
Kamu beda, dan aku suka.

Dear crush, fall in love with me.
 

Happiness Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos