Rabu, 15 April 2015

Tahu Diri

Diposting oleh Unknown di 01.34 0 komentar
Hai, selamat bertemu lagi..
Aku sudah lama menghindarimu
Sialkulah kau di sini
Sungguh tak mudah bagiku
Rasanya tak ingin bernafas lagi
Tegak bediri di depanmu kini
Sakitnya menusuk jantung ini
Melawan cinta yang ada di hati
 
Dan..upayaku tahu diri.. 
Tak slamanya berhasil
 Pabila kau muncul terus begini
 Tanpa pernah kita bersama 

Pergilah,menghilang sajalah lagi
 
Bye, selamat berpisah lagi
Meski masih ingin memandangimu
Lebih baik kau tiada di sini
Sungguh tak mudah bagiku
Menghentikan sgala khayalan gila
Jika kau ada dan ku cuma bisa
Meradang menjadi yang di sisimu
Membenci nasibku yang tak berubah

Berkali-kali kau berkata 
Kau cinta tapi tak bisa

Berkali-kali ku tlah berjanji 
Menyerah....
 
Dan..upayaku tahu diri
Tak slamanya berhasil
 
Pergilah,menghilang sajalah  
Pergilah, menghilang sajalah lagi...

write Dee Lestari, singer Maudy Ayunda,

Selasa, 07 April 2015

Dear Crush.........

Diposting oleh Unknown di 05.42 0 komentar

                  Entah harus darimana aku memulai menulis, yang pasti kau tak ingin tahu bukan.
                Hari ini aku sendiri, melamunkan masa depan yang tak kunjung datang dan memikirkan sesorang yang tak nampak pada bayang. Entah  tak tahu bagaimana cara memikirkanmu, bahkan bayangan siluetpun tak bisa memforsirkan cahayanya untuk melukiskan raut mukamu yang sudah lama aku tunggu.
                Lagi dan lagi aku bergemi, menggerutu nasib hidup dan keadaan. Saat dimana aku ingin bahagia namun kau tak bisa membuatnya, lalu aku bisa apa. Aku cukup tahu diri, membatasi perasaan kepada seseorang yang tak tahu dimana letak hatinya. Memfosirkan hati sebaik mungkin agar aku tak larut terlalu dalam kedalam buaiannya.
                Aku berusaha tak takluk dan takut semua oceh akan apa itu cinta padamu, dan akhirnya aku pun mengabaikanmu walau itu sebenarnya bentuk perhatian. Dan pura-pura ragu akan perasaan. Aku rasa ini terlalu berpura-pura, apa itu salah?
                Namun semua itu gagal, kau berhasil membuatku terpana akan asmara walau tanpa suara. Tulisanmu, perhatianmu itu cukup membuatmu selalu ada walau tak nampak. Aku bahagia, walau dalam bisu perhatianmu.
                Terjebak dalam perasaan-perasaan fana yang tidak bisa ditafsirkan oleh ruang dan kata, mungkin karena aku terlalu bahagia. Membuang waktu hanya untuk menunggu dan menunggu, tapi aku cukup sabar. Penat memang, tapi aku cukup nikmat. Sendu, yakin ini hanya masalah rindu.
                Rindu, hahahahahaha lucu. Tak pernah membuat kesan tapi memberikan rindu. Aku cukup lugu dengan segala buaianmu dan akhirnya aku tersadar, cepat atau lambat pertemuan sangat dibutuhkan agar semakin tau akan perasaan hati bahwa ini bukan main-main, hatiku bukan game fantasi kau perlu tau.
                Lalu aku berusaha mencari celah hatimu, membaca dalam setiap rangkai pesan singkatmu akan tekatmu untuk bertemu. Namun, ini hanya andai-andai saja. Membuat isyarat-isyarat untuk bertemu rasanya susah, kamu cukup dingin dan aku tidak bisa memberi kehangatan. aku sedikit kelelahan.
                Kadang aku berfikir, angan dan tujuanku sangat berlebih. Aku sepertinya terjebak dalam ruang friendzone. Hanya itu dan tak lebih. Atau sebenarnya hatimu lebih namun kau yang meragu? Aku bingung, makanya aku butuh pertemuan.
                Berharap, aku tetap berharap. Entah bagaimana caraku mengucap namun ini dari hati yang terdalam bahwa aku sangat mengharapkanmu. Sosok lelaki penaruh hati........
                Aku salah, mungkin ini hanya salah paham. Kau berfikir bahwa aku acuh, aku juga sebaliknya. Kita sama. Makanya mungkin ini yang disebut jodoh. Sama-sama saling memikirkan tapi tak saling percaya. Cinta kita aneh bukan, kita? Memang kamu iya? Harapan.
                Terkadang aku menghadap ke masa lalu, adakah kesalahan ketik yang membuat hatimu ragu untuk bertemu, atau kamu masih malu. Ini sungguh teka-teki. Sebegitu kurang peka kah kamu akan keadaan hatiku, atau aku yang tak peka. Aku bingung, karena aku tak bisa membaca air wajahmu yang sesungguhnya, tak bisa mendengar detak jatungmu, menatap matamu, dan melihat senyummu dari dekat.
                Dan akhirnya, kamu membuatku benar-benar lelah untuk mencintai. Harapan, angan, tekad, dan petemuan harus aku telan mati-matian.
                Sungguh aku tak mengerti harus bagaimana, bahkan air mataku tak bisa menjawab perasaan kesalku, dan lalu aku cukup malas untuk melanjutkan cerita hati ini...... terimakasih setidaknya aku merasa dimiliki lewat hati tanpa menatap mesra.
Dear crush, aku butuh kamu sekarang.
 

Happiness Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos